Menciptakan sehelai batik khas Tangerang bukan sekadar memindahkan rupa satwa atau bangunan bersejarah ke atas kain mori. Bagi Menik, setiap goresan motif adalah ikhtiar merawat memori kota sekaligus merekam dinamika masyarakatnya ke dalam karya seni yang dapat dikenakan (wearable art). Koleksi terbaru kami—Motif Burung Kreo—lahir dari perjalanan riset mendalam terhadap bentang alam masa lalu Tangerang dan diterjemahkan melalui proses kriya hingga menjadi selembar kain batik. Mengapa Burung Kreo? Jauh sebelum berkembang menjadi kawasan metropolitan dan sentra industri yang padat, wilayah di sepanjang aliran Sungai Cisadane pada era 1950-an didominasi oleh...
Read more...
Dunia bergerak semakin cepat. Hiruk pikuk nya semakin riuh. Di tengah segala keriuhan tersebut, sosok The Intentional Professional muncul sebagai pribadi yang dengan sengaja memilih ketenangan di tengah keriuhan. Ia lebih menghargai sebuah percakapan yang dalam dibandingkan kemeriahan sesaat. Sama seperti koleksi Batik Tangerang Motif Perahu Naga ini. Perahu naga yang identik dengan keramaian diolah dalam gaya banzi yang tertata dan stabil. Baginya, ketenangan dalam berkarya jauh lebih utama dibanding berpacu dalam keriuhan. Pemilihan warna periwinkle blue diatas palet sage green dan off-white semakin mempertegas kesan “dopamine-dressing” yang menenangkan sekaligus memberikan...
Read more...